Daerah

Pisew Desa Babakan Disinyalir Tidak Sesuai Spek

Bogor, RayaNews – Pelaksanaan kegiatan betonisasi jalan desa Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) pada desa Babakan Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor disinyalir tidak sesuai Spesifikasi kegiatan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pengerjaan betonisasi jalan penghubung antar desa diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi RAB pasalnya ketebalan beton yang seharusnya 15 cm namun fakta di lapangan tidak mencapai 15 cm. Bukan hanya itu penggunaan bahan-bahan material seperti pasir dan batu split diduga kuat tidak sesuai dengan standar mutu, mesin molen hanya sebagai pajangan.

Ketua Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD) ketika diminta keterangan awak media di kantor desa Babakan beberapa waktu lalu mengatakan, Jeje Tim suksesnya A’R datang ke kami meminta pekerjaan proyek ini, Saya bingung? Kok Pihak ketiga, kenapa bukan ngomong dari awal! Kalau ngomong dari awal, saya nggak mau jadi KKAD.

“Ini dasarnya aspirasi dari Marlyn Maisarah anggota DPR RI fraksi Grindra jatuh ke kabupaten, ke Dewan yang di Kabupaten Bogor, A’R, Kalau saya mau ngerjain, saya dipinta beberapa persen, kata Jeje Dewan sudah saya modalin 15 persen, masa sih saya nggak ada untungnya, udah ngasih Dewanan,” ucap Ketua KKAD menceritakan kepada awak media.

“Sedangkan menurut PUPR nggak boleh dikerjakan oleh pihak ketiga, aturannya nggak boleh. Akhirnya disini, dari pada saya ribut, bikinlah pernyataan segala macam sama Dewan,” tambahnya.

“Saya yakin Abang sudah ngecek lapangan dan melihat hasilnya, tadi pagi saya juga sudah komplain, karena tadi ada yang dari provinsi melihat langsung, ketebalannya kurang, tidak sesuai papan bekistingnya 13 cm dan papan tersebut ditanam hingga di tepi paling tebal 13 cm dan di tengah cuma 7 cm,” terang ketua KKAD.

“Kalau pengerjaan benar, baik di tepi maupun di tengah tetap sesuai aturan yaitu 15 cm, tidak ada istilah mau rata menggelar di atas kaca, kan bisa dasarnya di ratakan. Intinya saya minta diperbaiki pekerjaan tersebut kalau tidak diperbaiki saya akan mengundurkan diri sebagai ketua KKAD,” tegasnya.

Menurut pengantar barang material pasir, pasir nomor 2 dari bawah atau kualitas buruk sedangkan batu split yang digunakan seperti makadam atau sirdam.

Didik selaku pemborong pengerjaan betonisasi Pisew desa Babakan ketika diminta keterangan media Di halaman kantor desa Babakan pada Selasa (25/11/2025) mengatakan papan bekisting 13 cm saya tidak mengelak, cumakan ada solusi, dari pihak Kecamatan, dari pihak balaipun dari provinsi untuk sementara yang sudah terpasang 13 cm pasanganya diganjal dulu aja biar memenuhi 15.

“Kemarin saya sudah jelaskan juga ke KKAD untuk yang di ujung awal itu memang seperti itu, istilahnya namanya oprit pas turunan menyambung dari beton yang lama. Untuk masalah teknis tunggu orang lapangan saya yang datang biar dia menjelaskannya detail,” tambahnya.

Saya sih berpedoman kita lihat hasil akhir saja apakah tinggi itu memenuhi atau enggak kalau misalnya nggak memenuhi cara jalan keluarnya seperti apa apakah bentangannya ditambah apakah yang sudah ada memang di bobok lagi baru kita tempel yang baru,” terangnya.

Fakta di lapangan hasil kegiatan betonisasi jalan Desa program pisew tidak sesuai apa yang dikatakan pemborong dan apa yang dikatakan tim teknis dari pemborong.

Informasi yang didapatkan media dari masyarakat di lapangan, mesin molen tidak digunakan, hanya ditarik-tarik dipindahkan, pekerjaan pengadukkan manual dengan pacul serta komposisi adukan pasir semen dan split tidak sesuai, lebih bagus adukan untuk dinding rumah di bandingkan adukan untuk jalan tersebut. *[Tim]

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Related Articles

Back to top button