Pemdes Parigi Mekar Berupaya Bangun Jalan diduga Kuat Tanpa Sosialisasi dan Lahan Bukan Asset Desa

Bogor, rayanews.org – Kades Parigi Mekar diduga kuat kurang bermasyarakat dan tidak mengedepankan kebutuhan dan keinginan masyarakat sehingga terjadi polemik, antara masyarakat dengan pemdes Parigi Mekar Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.
Berawal dari keinginan masyarakat di beberapa dusun yang berada di wilayah desa Parigi Mekar beharap mendapat hibah lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan sudah di ajukan ke pemilik lahan, PT. Kahuripan Jaya. Permohonan sudah di tandatangani dari tokoh masyarakat, Kepala Desa Parigi Mekar Ade Saprudin sampai Forkopincam, tertanggal 24 Januari 2024.

Beberapa hari yang lalu pihak Pemerintah Desa Parigi Mekar berupaya untuk membangun jalan yang diduga kuat bukan jalan milik/asset desa akan tetapi asset PT. Kahuripan Jaya yang mana masyarakat sedang dalam proses pengajuan untuk pemakaman umum.
Tokoh masyarakat sekitar lahan bersama warga komplain dan menghentikan kegiatan membuka jalan tersebut. Miris-nya masyarakat tidak ada pemberitahuan atau rapat akan di bangun jalan di lahan yang dalam proses pengajuan sedangkan akses tersebut tidak ada orang lewat dan jauh dari pemukiman.
“Kami semua di sini sangat kecewa dengan adanya pembuatan bahu jalan, saya pun tidak tahu kapan berlangsungnya pembuatan bahu jalan tersebut yang rencananya pembuatan bahu jalan ini akan melintas ke tanah yang sedang dalam proses pengajuan untuk lahan TPU ke PT. Kahuripan,” unkap salah seorang warga ketika diminta keterangan awak media di lokasi perencanaan pembangunan jalan.
Jangan – jangan ada kepentingan pribadi Kepala Desa menggunakan bantuan anggaran keuangan dari mana kami tidak tahu sama sekali. Yang kami butuhkan adalah lahan untuk pemakaman, artinya Kepala Desa Parigi tidak merealisasikan aspirasi dari warganya, apalagi jelas – jelas dia menanda tangani surat permohonan tersebut, tegas seorang warga yang enggan namanya di tulis dalam media ini.

Salah seorang Tokoh masyarakat yang juga sebagai Ketua DPAC BPPKB Banten (Ciseeng) menambahkan, saya dan masyarakat disini semua tersinggung dengan adanya pembuatan jalan itu, sementara masyarakat kita sedang berjuang untuk pemakaman umum, namun tiba-tiba tanpa adanya musyawarah pihak Pemdes Perigi Mekar membuka jalan yang nantinya melintas ke tanah yang sedang di ajukan untuk TPU, saya dan masyarakatpun tidak tahu bahwa sudah ada pembuatan bahu jalan tersebut.
“Saya kerja di PT Kahuripan dengan kejadian ini, tidak ada yang konfirmasi ke saya baik dari pihak Pemerintahan Desa Perigi Mekar maupun PT Kahuripan,” tambahnya.

“Pengajuan warga ke PT. Kahuripan meminta lahan untuk TPU sudah cukup lama dan surat pengajuan yang di tanda tangani oleh warga tokoh masyarakat serta aparatur Pemerintah sudah di terima oleh pihak PT. Kahuripan dan pihak PT. Kahuripan meminta untuk bersabar,” tegas Mulyadi.
Saat berita ini di terbitkan kepala Desa Parigi Mekar belum bisa di hubungi dan tim media ketika menyambangi kantor desa kepala desa sedang tidak di tempat. *[Red]





