Nasional

Desa Pabuaran Gunungsindur Sebagai Percontohan Kerukunan Budaya dan Agama, Internasional

Bogor, RayaNews – Kedatangan Delegasi Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) ke Desa Pabuaran Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor sebagai contoh Kerukunan Budaya dan Agama yang ada di Indonesia. Desa Pabuaran juga sebagai Desa Kerukunan binaan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Kunjungan delegasi ini adalah bagian dari agenda pembelajaran lintas budaya dan lintas Agama bagi para delegasi Internasional dari Austria. Kedatangan delegasi dari Austria disambut dengan sorak sorai anak-anak warga desa Pabuaran, penampilan tradisi Palang Pintu khas Betawi, pantun jenaka dan iringan music Gambang Kromong dan diajak menari Gambang Kromong, serta pertunjukan barongsai dan liong.

Para tamu dari Austria, tampak terpukau, Simbol persahabatan itu seolah menyampaikan pesan universal: harmoni bisa dijaga lewat budaya, bukan hanya kata-kata.

Rombongan dipimpin oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag, H.M Adib Abdushomad, M.Ed. Ph.D yang menegaskan, Desa Pabuaran merupakan contoh nyata kehidupan harmonis antarumat beragama di tengah masyarakat Indonesia.

“Kita hidup berdampingan dalam perbedaan. Ini yang menarik, bagaimana mereka dapat hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang budaya dan agama, menjadikan ini satu keharmonisan yang nyata,” ucap Adib ketika di minta keterangan awak media di sela sela kegiatan kunjungan delegasi dari Austria di Kuil Ciu Lung Wang yang berada di Kampung Cikoleang RT 03/02 Desa Pabuaran Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor, Kamis (13/11/2025).

Menurut Adib, kehidupan sosial di Desa Pabuaran menjadi bukti bahwa nilai moderasi beragama dan semangat Bhinneka Tunggal Ika tumbuh dari masyarakat.

Melalui kegiatan IIS, pengalaman tersebut diharapkan memperluas pemahaman peserta internasional tentang praktik harmoni sosial yang menjadi wajah Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa harmoni bukan hanya slogan, tetapi cara hidup masyarakat kita sehari-hari. Di masa depan, semoga Desa Pabuaran ini menjadi tujuan wisata harmoni yang menampilkan wajah Indonesia di mata dunia,” ungkapnya.

Perwakilan delegasi IIS dari Austria, Alexander Reiger, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Desa Pabuaran. Ia mengaku terkesan dengan cara warga Indonesia membangun kedamaian melalui praktik kehidupan bersama lintas iman.

“Kami datang untuk belajar dan melihat bagaimana perdamaian di sini bukan hanya teori, tetapi diwujudkan melalui kebersamaan nyata. Dengan musik dan makanan, kita menjadi lebih dekat, ini cara indah untuk merayakan perbedaan,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada delegasi Austria sebagai simbol persahabatan dan kerja sama lintas budaya.

oplus_131074

Kepala desa Pabuaran, Mad Usin ketika diminta keterangan mengatakan, ini adalah bukti kerukunan keharmonisan keberagaman agama dan budaya yang ada di desa Pabuaran.

“Terjalin dengan baik berkomunikasi dengan baik sehingga acara-acara seperti ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses, Desa Pabuaran adalah salah satu desa yang menjadi percontohan kerukunan umat beragama yang ada di provinsi Jawa Barat,” tegasnya.

Para peserta juga diajak mengunjungi berbagai rumah ibadah di Desa Pabuaran dengan kendaraan hiburan lokal (odong-odong), mulai dari mushola, klenteng, vihara, gereja, hingga rumah ibadah jamaat kepercayaan Sikh. Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa toleransi dan saling menghormati adalah modal penting bagi perdamaian dunia, dengan Indonesia sebagai salah satu teladan utamanya. [Adj]

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Related Articles

Back to top button