333 Murid MAN 1 Bogor Ikuti BRUS Urais dan Binsar Kemang Kab. Bogor

Bogor, Raya News — Sebanyak 333 murid kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Bogor mengikuti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Rabu, 7 Mei 2026. Kegiatan yang digelar Seksi Urusan Agama Islam (Urais) dan Bina Syariah (Binsyar) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor itu berlangsung di Aula MAN 1 Bogor sejak pukul 07.30 WIB.
Program BRUS ini menyasar remaja usia sekolah dengan fokus pada pembekalan pranikah dan pencegahan perkawinan anak.

Kepala Seksi Urais dan Binsyar Kemenag Kabupaten Bogor, H. Ade Janwarudin, mengatakan BRUS merupakan mandat dari Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 1012 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Pranikah Remaja Usia Sekolah.
“Kami ingin memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada para remaja, khususnya remaja usia sekolah, tentang pencegahan kawin anak dan penguatan keluarga,” kata Ade.
Menurut Ade, remaja perlu dibekali pemahaman utuh soal kesiapan membangun keluarga, bukan hanya aspek akademik, tetapi juga tanggung jawab, kematangan psikologis, dan perencanaan masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag menghadirkan dua pemateri, yakni Muhammad Sukron dan Syihabuddin. Keduanya membawakan materi tentang kesiapan diri, tanggung jawab, dan pentingnya perencanaan sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Pantauan di lokasi, ratusan murid tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pembinaan hingga selesai.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan MAN 1 Bogor, di antaranya Kepala Tata Usaha Yuliati, Wakil Kepala Bidang Sarana Wachyu Ramadhan, serta para wali kelas yang mendampingi murid.
Yuliati mengapresiasi langkah Kemenag Kabupaten Bogor yang telah memberikan pembinaan langsung kepada peserta didik. Ia menilai materi BRUS sangat relevan sebagai bekal pengambilan keputusan di masa depan.
“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur karena para murid mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat melalui kegiatan ini. Semoga pembinaan ini dapat menambah wawasan dan menjadi bekal bagi mereka untuk mempersiapkan masa depan dengan lebih baik,” ujar Yuliati.
Kemenag Kabupaten Bogor menyebut BRUS akan terus digencarkan di madrasah dan sekolah lain sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan perkawinan di bawah umur di Kabupaten Bogor.
*[M.Murod]





