Sekda Tinjau Lokasi Banjir Desa Warujaya.

Parung, RayaNews – Banjir tahunan setinggi lutut orang dewasa yang sedikitnya tiga kali setahun dan air sampai masuk kedalam rumah warga penduduk RT 8/RW 7 desa Warujaya kec. Parung Kab. Bogor (Jabar). Setda Kab. Bogor bersama kepala desa Waru Jaya tinjau langsung lokasi banjir kali Rengas dan sekitar.
Blontang warga setempat kepada media ini mengatakan, Warga RT 8/RW 7 Desa Warujaya dalam bulan Mei 2026 saja, banjir kiriman sudah tiga kali, merendam kawasan permukiman dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

“Banjir yang datang di kawasan Perumahan Kimpraswil dan area sekitar karyawan JNE itu kembali terjadi pada Minggu, (24/5/2026),” tambahnya.
Terkait banjir kiriman tersebut, warga menilai kondisinya semakin parah dalam beberapa tahun terakhir dan warga minta Pemerintah Kabupaten Bogor tidak lagi menutup mata terhadap persoalan yang mereka alami.

Masih ditempat yang sama, warga lain juga menambahkan, Satu bulan ini saja sudah tiga kali banjir susulan. Air datang tiba-tiba setelah hujan reda. Tingginya sampai lutut orang dewasa. Ia menduga banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman, yang airnya bermuara kekali Cisadane jauh dari sini.
Mereka juga menilai perubahan tata ruang dan pembangunan kawasan perumahan dalam skala besar diduga menjadi salah satu pemicu berkurangnya daya resap air di wilayah tersebut.
Menurut sejumlah warga yang langsung terkena banjir mengatakan, sebelum ada pembangunan perumahan elite di sekitar kawasan itu, banjir tidak pernah terjadi separah sekarang. Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pihak pengembang untuk mengurangi dampak banjir yang terus berulang.
“Kami berharap setidaknya turap di sepanjang kali yang sudah ada bisa ditinggikan sekitar satu meter lagi agar air tidak meluap ke permukiman,” ungkap warga lainnya.
Selain meminta peninggian turap, warga juga menyoroti minimnya area resapan air di kawasan perumahan yang berdiri di sekitar lokasi terdampak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah pihak menilai kawasan perumahan berskala besar seharusnya menyediakan lahan resapan air yang memadai setidaknya 3 hektare, bukan hanya ribuan meter saja guna menekan potensi banjir.
“Kalau memang kawasan perumahan luasnya ratusan hektare, seharusnya dibuat area resapan air yang cukup besar, bukan hanya sedikit. Ini perlu dievaluasi,” kata sumber lain yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bogor terkait keluhan warga Desa Warujaya tersebut.
Warga berharap ada langkah cepat dan nyata agar banjir tahunan yang selama ini mereka alami tidak terus berulang setiap musim hujan.
*[Murod]





