{"id":3523,"date":"2026-06-03T11:05:47","date_gmt":"2026-06-03T04:05:47","guid":{"rendered":"https:\/\/rayanews.org\/?p=3523"},"modified":"2026-06-03T11:05:48","modified_gmt":"2026-06-03T04:05:48","slug":"warga-menjerit-tiga-kali-setahun-wilayahnya-teredam-banjir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rayanews.org\/?p=3523","title":{"rendered":"&#8220;Warga Menjerit,&#8221; Tiga kali Setahun Wilayahnya Teredam Banjir"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Bogor, Raya News &#8211; <\/strong>Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, (Jabar) kembali mengeluhkan banjir kiriman yang terus berulang dan dinilai semakin parah dari tahun ke tahun. Sedikitnya tiga desa, yakni Desa Warujaya, Desa Pamegarsari, dan Desa Iwul, menjadi wilayah yang paling sering terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, terang Blontang Humas warga rt 8 rw 7 Desa Warujaya\u00a0. <\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan keterangan warga, banjir besar setidaknya terjadi tiga kali dalam setahun. Bahkan dalam sebulan terakhir, banjir kiriman disebut telah dua kali merendam permukiman warga setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Keluhan warga tersebut kembali mencuat saat warga menggelar kerja bakti di lingkungan RT 08 RW 07 Desa Warujaya, Kecamatan Parung, Minggu (31\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"576\" height=\"1024\" data-id=\"3524\" src=\"https:\/\/rayanews.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000107375-576x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3524\" srcset=\"https:\/\/rayanews.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000107375-576x1024.jpg 576w, https:\/\/rayanews.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000107375-169x300.jpg 169w, https:\/\/rayanews.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000107375-768x1365.jpg 768w, https:\/\/rayanews.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000107375.jpg 864w\" sizes=\"auto, (max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Anggraeni, salah seorang warga yang juga aktif menyuarakan aspirasi masyarakat setempat, mengatakan banjir kiriman telah menjadi persoalan menahun yang hingga kini belum mendapatkan solusi menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetiap tahun pasti terjadi. Minimal tiga kali banjir besar. Air datang dari luar wilayah setelah hujan deras dan meluap ke permukiman warga,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut warga, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan kerugian material akibat rumah dan fasilitas lingkungan yang kerap terendam.<\/p>\n\n\n\n<p>Warga Soroti Perumahan dan Penyempitan Saluran Air. Selain faktor curah hujan tinggi, warga menduga pesatnya pembangunan kawasan perumahan di sekitar wilayah Kec. Parung turut berkontribusi terhadap meningkatnya volume air yang masuk ke wilayah permukiman.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, menurut salah seorang warga setempat, persoalan banjir tidak hanya disebabkan oleh berkurangnya daerah resapan air akibat pembangunan perumahan, tetapi juga karena terjadinya penyempitan saluran air dan sungai yang selama ini menjadi jalur pembuangan air.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDulu lebar sungai sekitar empat meter, sekarang tinggal sekitar satu setengah meter. Akibatnya debit air yang besar tidak mampu ditampung sehingga meluap ke permukiman warga,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Warga menilai penyempitan aliran sungai dan saluran drainase tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mereka meminta adanya normalisasi sungai serta penertiban bangunan yang berpotensi menghambat aliran air.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau sungainya semakin sempit sementara air yang datang semakin banyak, tentu banjir akan terus terjadi. Ini harus segera ditangani,\u201d tambah warga lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekecewaan warga semakin besar karena persoalan banjir dinilai telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penyelesaian yang signifikan. Masyarakat mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan, namun hingga kini banjir kiriman masih menjadi ancaman rutin setiap musim hujan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah warga bahkan menilai kondisi banjir dalam beberapa tahun terakhir semakin parah dibandingkan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami tidak ingin hanya menerima kunjungan saat banjir terjadi. Yang kami butuhkan adalah solusi nyata agar banjir tidak terus berulang,\u201d ujar seorang warga.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, warga mengapresiasi langkah sejumlah pejabat daerah yang sempat meninjau lokasi saat banjir terjadi. dan&nbsp; Berdasarkan informasi yang dihimpun dari ketua rt Agus Suprianto mengatakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Camat Parung, dan Kepala Desa pernah turun langsung melihat kondisi wilayah terdampak, terang rt , sebaiknya bila warga hendak menghadap bapak Bupati sebelumnya ke pak Kades dan pak Camat dulu,<\/p>\n\n\n\n<p>Tegas rt setempat&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Warga Siapkan Audiensi ke DPRD dan Bupati Bogor<\/p>\n\n\n\n<p>Karena merasa persoalan banjir belum mendapatkan perhatian maksimal, warga berencana membawa aspirasi mereka langsung ke Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam waktu dekat, perwakilan masyarakat dari wilayah terdampak akan menyusun langkah bersama untuk menyampaikan berbagai tuntutan terkait penanganan banjir.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami sedang berkoordinasi dengan warga. Dalam waktu dekat rencananya kami akan mengadu langsung ke DPRD Kabupaten Bogor dan menemui Bupati Bogor agar masalah ini mendapat perhatian serius,\u201d kata salah satu tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain meminta normalisasi sungai dan perbaikan drainase, warga juga mengusulkan peninggian turap di sepanjang aliran kali yang sering meluap. Mereka berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi risiko banjir di permukiman.<\/p>\n\n\n\n<p>Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera melakukan kajian menyeluruh terkait penyebab banjir kiriman yang terus berulang, termasuk mengevaluasi sistem tata ruang, kawasan resapan air, serta kondisi sungai dan saluran drainase di wilayah Parung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan sampai setiap tahun warga terus menjadi korban. Kami ingin ada tindakan nyata agar banjir kiriman ini tidak lagi menjadi langganan,\u201d pungkas warga. (tim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor, Raya News &#8211; Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, (Jabar) kembali mengeluhkan banjir kiriman yang terus berulang dan dinilai semakin parah dari tahun ke tahun. Sedikitnya tiga desa, yakni Desa Warujaya, Desa Pamegarsari, dan Desa Iwul, menjadi wilayah yang paling sering terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, terang Blontang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3525,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[641,1421,1496,434,1497,1432],"class_list":["post-3523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","tag-banjir","tag-banjirkiriman","tag-kan-bogor","tag-parung","tag-warga-menjerit","tag-warujaya"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3523"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3526,"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3523\/revisions\/3526"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rayanews.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}